Tips cara jatuh yang benar

20 06 2011

Tips ini saya ambil dari postingan om alwin di sepedaku.com. Thx om…Berikut tipsnya:

Cara jatuh yang benar… ?? Om dan tante sekalian, tanpa bermaksud mendoakan, kita tetap perlu mempersiapkan diri saat jatuh. Berikut beberapa tips dari saya saat kehilangan keseimbangan dan mau jatuh:

1. Saat jatuh selalu lompatlah dari sepeda dan buang sepeda jauh dari badan. Saya selalu siap menerima sepeda yang om buang. (Lho?) Asal kira2 ya… kalo di sebelah kiri ada jurang, yaaa jangan lompat ke sana…. Tujuannya supaya frame sepeda tidak melukai atau mematahkan tulang kita saat impact dengan tanah dan lebih besar kemungkinan kita bisa berdiri pada saat jatuh.

2. Jangan mempertahankan sepeda… secara refleks badan akan mempertahankan tetap berada di atas sepeda, seperti kalo mau jatuh nyungsep, refleks akan tambah kencang ngerem depan… (pasti sekali2 pernah ngerasa kaya gini kan).. segera lawan refleks dan rileks.. lepas semua remnya dan langsung lompat dari sepeda… dalam kondisi seperti ini, biasanya lebih besar kemungkinan kita akan bisa berdiri di trek, saat sepeda sudah jatuh berguling2 ke depan… (kecuali kalo lebih sayang sepedanya, ya boleh deh dipeluk tuh sepeda sambil jatuh…)

3. Saat jatuh sambil terbang, biasanya karena sepeda berhenti mendadak (masuk selokan, pindah jalur, nabrak batu, dll), badan akan refleks mengulurkan tangan untuk menahan benturan. Sepersekian detik anda sedang jadi superman itu gunakanlah sebaik2nya… Lihat dimana kira2 anda akan mendarat (rumput, batu, tanah, pohon, semak2, dll) Tujuannya supaya badan siap menerima impact. Tubuh anda akan bereaksi berbeda secara refleks jika anda melihat landasan pendaratan anda berupa rumput hijau dan indah dibanding dengan jalanan berbatu-batu tajam dan semak belukar… Tapi awas!! Jangan terlena dengan keindahan area pendaratan anda, segera lindungi muka dan kepala anda dengan segera menunduk sesaat setelah anda melihat landasan anda.. Jika anda membawa tas punggung, baliklah badan agar tas anda yang duluan menghantam tanah… Kalau dibaca, seperti terlalu banyak hal yang harus dilakukan saat anda sedang terbang kan? Tetapi percayalah, kalau anda betul2 mengingat hal yang harus dilakukan di atas, tubuh anda akan otomatis bereaksi seperti itu dalam waktu hanya sepersekian detik…. Saya pernah refleks tiger leap lalu koprol (terakhir kali saya koprol itu pas jaman sekolah, lebih dari sepuluh tahun lalu, itupun di atas matras.. bukan di aspal) di tengah perempatan jalan disaksikan para pengendara mobil yang sedang ngantri lampu merah, karena roda depan masuk selokan… crank saya bengkok, rd juga rada bengkok, grip saya terkelupas.. tapi saya cuma lecet di kelingking kaki.. dan langsung gowes lagi untuk pulang… Percayalah, reflek tubuh anda itu sangat hebat jika dilatih…

4. Tips keempat adalah: Jangan Jatuh! Tips yang bodoh? Tidak juga… Biasakan anda untuk melihat jauh ke depan trek hingga 5-10 meter ke depan, jangan terlalu konsentrasi kepada trek yang ada di depan roda anda, tetapi selalu perhatikan juga trek apa yang akan anda hadapi di depan sana… Kebanyakan dari kita terlalu berkonsentrasi pada jarak dekat, dan akhirnya kaget dan jatuh saat tiba2 bertemu rintangan yang tidak bisa dilewati… Coba kalau sudah dilihat dari jauh…. Dan sesuaikan kemampuan… Kalo anda percaya diri pasti bisa, lakukanlah… kalo anda bimbang dan takut, ya jangan mau dipanas2i teman… tuntun saja…

5. Tips terakhir: Biasakan dalam kelompok gowes anda, ada yang membawa P3K. Saya sendiri selalu membawa P3K khususnya saat gowes jauh (RA, TW, Cianten, dll). Percayalah, kotak P3K anda akan terasa seperti dewa penolong saat ada yang jatuh di tengah hutan… Tidak perlu sampai membawa tongkat penyangga atau oksigen cadangan… cukup betadine, perban, peniti, plester, counterpain, dan PISAU LIPAT! Taruh di dalam kotak plastik, agar tidak berbalik menusuk anda, kalau anda yang jatuh!

6. Tambahan dari Om Kohaku: Selalu gunakan safety gear. Helm yang mumpuni adalah syarat utama. Jangan pernah gowes tanpa helm. Anda tidak akan terlihat jagoan lagi saat terkapar di tanah sambil kepala berlumuran darah, bukan? Saya pernah dapat komentar lucu dari toko sepeda saat sedang mencari pelindung tangan-kaki. Penjaganya bertanya, “Kapan jatuhnya pak?” Saya bilang, “Memang harus jatuh dulu, baru beli pelindung tangan?” dan saya dapat jawaban, “Oh.. soalnya biasanya yang nyari pelindung itu sudah pernah jatuh pak…” Pesan saya: Jangan menjadi orang seperti itu… Ada pepatah yang mengatakan pelajaran itu tidak hanya bisa diambil dari pengalaman diri sendiri tetapi juga pengalaman orang lain… So, investasi sedikit untuk pelindung, suatu saat anda akan berterima kasih untuk itu… Demikian tips dari saya, semoga berguna.. Safety first!


Actions

Information

One response

26 01 2012
Tips Mengurangi Sakit Ketika Jatuh Dari Sepeda : Gowes Jelajah || Komunitas Pecinta Sepeda & Tantangan

[…] : MTBGoes (diedit seperlunya) Kategori : […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: