Tips cara gowes sepeda MTB hardtail

6 06 2011

Ini ada link teknik gowes MTB hardtail yang saya ambil dari web http://www.bikeradar.com

http://www.bikeradar.com/fitness/article/technique-just-ride-better-pt-3-27173

Semoga bermanfaat!

Happy gowes!


Actions

Information

8 responses

4 09 2013
wawan

om martin,

tulis tentang pemakaian gigi yg tepat dong, waktu gowes,
termasuk kombinasi pemilihan gir depan dan belakang .

misalkan pas tanjakan, pilih gigi yg paling kecil dst.

atau ada link nya ?

8 09 2013
martin

Yang umum untuk trek tanjakan biasanya pakai gigi crank paling kecil, utk trek datar pake yg tengah, turunan pakai yg paling besar. Kebalikan dengan gigi gear belakang/sprocket, makin besar, makin ringan untuk tanjakan.
Kombinasi gigi crank & sprocket sih ga ada aturan baku. Tergantung dari kemampuan & riding style goweser.
Memang perlu beberapa kali sepedaan ampe nemu feeling kombinasi gear yang pas buat kita.
Nanti bisa jadi di tanjakan yang sama, kalau dengkul nya udah ter ‘upgrade’, yg biasanya pake kombinasi gigi paling ringan (crank di gigi paling kecil & sprocket paling besar) jadinya malah gigi sprocket nya di yg kedua paling besar atau seterusnya. Hehe…
Jadi kesimpulannya di trek yg sama, kombinasi gear goweser bisa beda2. Pilih yg paling nyaman aja.

Iya kombinasi gigi penting saat gowes. Atur RPM ama speed yg seimbang. Kalau salah malah bikin capek. Misalnya di jalanan datar tapi kombinasi giginya ringan malah bikin capek.
Speed juga begitu, kadang kalau speed dikurangin waktu nanjak justru bikin capek. Begitu juga kalau dipaksa ngebut. Sesuaikan saja dgn kemampuan sendiri, ga usah ikutin yg laen…yg penting enjoy🙂
Yang pasti pada saat gowes, jangan kombinasiin gear crank paling besar dan gear sprocket paling besar, begitu juga sebaliknya, crank paling kecil dan sprocket paling kecil. Katanya bisa merusak rante sepeda dan drivetrain nya.

Dapet masukan dari montir sepeda, katanya kalau simpen sepeda sebaiknya posisikan gear crank paling besar dan gear sprocket paling kecil. Katanya itu posisi ‘istirahat’ sepeda.

Begitu yang saya tau om…🙂

4 01 2014
Joe

wah thanks a lot brother info nya sangat bermanfaat buat pemula ….!

6 01 2014
martin

Sama2 bro…
No problemo, senang berbagi saja🙂

26 03 2014
Agung SS

“Dapet masukan dari montir sepeda, katanya kalau simpen sepeda sebaiknya posisikan gear crank paling besar dan gear sprocket paling kecil. Katanya itu posisi ‘istirahat’ sepeda”.

Mohon pencerahannya kembali di kalimat ini Om, bukannya per di RD akan cepat memuai atau apalah istilahnya kalau di posisi seperti yang diatas

Suwun,

27 03 2014
martin

Betul sekali om Agung, saya juga pernah disarankan begitu.
Justru menurut montir posisi gear crank paling besar & sprocket paling kecil, komponen2 FD & RD termasuk per tidak ada tekanan atau tarikan besar, jadi diistilahkan posisi ‘istirahat’ sepeda. Rantai sepeda juga dalam tekanan yang pas, tidak terlalu longgar atau kenceng.
Jadi kalau sepeda dalam kondisi disimpen, posisi ini tidak membuat FD RD ‘bekerja’ terus menerus dalam waktu yang lama. Otomatis membuat komponen2 ini lebih awet. Katanya begitu.
Untuk masukan ini masih ingin saya diskusikan lagi sih. Tapi sementara karena beberapa orang sudah menyarankan begitu saya ikutin aja hehe…
Thanks masukannya untuk mengingatkan saya tentang tips merawat sepedanya.

Happy gowes!

27 03 2014
Agung SS

thanks Om martin buat penjelasannya..jadi nambah ilmu nih ….

suwun

27 03 2014
martin

No problemo om Agung, sami2…🙂
Happy gowes!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: